lemas, seakan sesuatu menghisap paksa semua tenagaku,
seakan butiran benda asing menghambat rongga nafasku,
seakan ruangan itu sempit terlalu sempit,
sulit bagiku menangkap buliran oksigen yang menari bebas,
sulit bagiku menguatkan detakan jantungku,
seakan syaraf syaraf ku lelah bekerja,
seakan jantungku telah lelah berirama,
betapa berharganya setiap detak nafas,
betapa berharganya buliran oksigen yang bebas,
betapa berharganya setiap detik yang bergulir berlalu,
betapa berharganya setiap mili tetesan darah yang menyerap,
betapa berharganya detakan jantung yang memompa,
apa yang terjadi ??
syaraf mataku seakan tertidur lelap,
tak satupun cahaya yang berhasil terpancar,
semua gelap !
aku seperti terhempas angin,
dan aku tak tau dimana aku ??
aku hanya terhempas, dan sesak ! yaa aku butuh oksigen lebih banyak !
aku benci ini ! aku benci saat benda asing itu melarangku menangkap oksigen yang aku butuhkan !
tiba tiba terdengar suara gaduh,
suara suara panik yang memanggil namaku,
suara itu melekat dan sangat bersahabat ditelingaku,
yaa mereka, sahabatku,
sampai kusadari aku terbaring tanpa daya,
kusadari mereka menggenggamku erat,
kusadari belaian lembut diwajahku,
belaian yang terasa hangat,
belaian yang seolah mendorongku agar kuat,
belaian yang seolah mengalirkan impuls impuls energi pada syaraf syarafku,
dia, yaa dia terlihat khawatir ..
dia yang mengalirkan energi itu,
dia , yang tersenyum simpul, senyum yang memberi sejuta energi,
senyum yang memberi sejuta makna,
tapi semua masih terasa lemah,
jantungku masih seperti kelelahan berirama ,
aku seakan ingin menyerah untuk berusaha memacu jantungku,
seakan lelah mengusir benda asing yang menghambatku menangkap setiap mili oksigen yang bebas itu,
tapi mereka,
mereka menggenggamku dengan erat, membelaiku hangat,
aku bisa, dan HARUS bisa !
aku gadis kecil yang kuat untuk ayahku,
aku adik yang manis untuk kaka tercintaku,
teringat sekilas semua tanggung jawab yang masih menggantung,
dan aku masih harus menyelesaikan itu,
aku pasti bisa !
hingga gelambir jantungku menguat perlahan,
kembali berdetak berirama indah,
benda asing itu menyerah dan menghilang perlahan ,
oksigen yang menari bebas itu perlahan menari kedalam rongga nafasku,
denyut nadiku perlahan menguat,
dan akupun tertidur dalam lelah, seakan telah mendaki gunung yang begitu tinggi,,
dan Tuhan menganugerahkan pagi yang indah,
saat aku masih bisa menghirup pagi indahNya..
saat aku masih bisa menikmati indahnya kuasaNya..
terima kasih untuk semua keajaibanMu Tuhan ,,
terima kasih untuk hadirnya mereka disiku ,,
Sahabatku .. dan Dia :')
*Anton, Mas Tyo, Ka Arul
gatau dimana aku klo ga ada kalian malam itu ..
with full of Love
Uwi :')
heii anda yang jauh disana,dijaga dong kesehatannya..ahaha
BalasHapus